Kenapa TOEFL sangat penting

Category : Berita, Publikasi
Kenapa TOEFL sangat pentingby adminon.Kenapa TOEFL sangat pentingJAKARTA – Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Gita wirjawan menetapkan, pegawai di lingkungan kementerian yang dipimpinnya harus memiliki nilai Tes of English as Foreign Language (TOEFL) minimal 600. Alasannya, era perdagangan bebas menuntut kompetensi tinggi para pelakunya, termasuk dalam hal penguasaan bahasa asing. Sebenarnya, apa sih TOEFL itu dan mengapa ia begitu penting di era globalisasi […]

JAKARTA – Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Gita wirjawan menetapkan, pegawai di lingkungan kementerian yang dipimpinnya harus memiliki nilai Tes of English as Foreign Language (TOEFL) minimal 600. Alasannya, era perdagangan bebas menuntut kompetensi tinggi para pelakunya, termasuk dalam hal penguasaan bahasa asing.

Sebenarnya, apa sih TOEFL itu dan mengapa ia begitu penting di era globalisasi ini?

TOEFL adalah tes kemampuan bahasa Inggris bagi penutur asing (nonbahasa Inggris) yang sertifikatnya diakui di ribuan institusi pendidikan dan industri di 90 negara.

TOEFL pun menjadi syarat umum ketika kita ingin melamar beasiswa ke luar negeri ataupun persyaratan kerja di banyak perusahaan.

Lembaga penyelenggara tes ini adalah Educational Testing Service (ETS) yang berpusat di Amerika Serikat. Mereka menyediakan tiga format tes dalam TOEFL, yaitu computer based test (CBT), paper based test (PBT), dan internet based test (IBT).

Reny Y dalam bukunya Kuliah Gratis di Luar Negeri terbitan Daras Book yang dikutip okezone, Selasa (3/1/2012) menjelaskan, CBT adalah format tes yang paling sering dipergunakan banyak negara. Tes ini terdiri atas empat bagian yaitu listening (tes pemahaman bahasa Inggris yang diucapkan penutur aslinya), structure (tes kemmapuan struktur tata bahasa Inggris), reading (tes kemampuan membaca dalam bahasa Inggris), dan writing (tes kemampuan menulis tentang suatu topik dalam bahasa Inggris).

“Standar nilai yang harus kita capai dalam CBT adalah 200-250,” tulis Reny.

PBT merupakan format tes dalam bentuk kertas isian yang dijawab menggunakan pinsil 2B. PBT terdiri atas tiga bagian tes, yakni listening comprehension (mengukur kemampuan pemahaman bahasa Inggris yang diucapkan di wilayah Amerika Utara), structure and written expression (mengukur kadar kemampuan dalam mengenali bahasa Inggris sesuai standar penulisannya), dan reading comprehension (mengukur kemampuan membaca bahasa Inggris secara umum).

Ada juga tes tambahan berupa penulisan esai dengan topik tertentu (test of written English/TWE). Untuk PBT, skor minimalnya adalah 550.

IBT merupakan format paling baru dalam TOEFL. IBT mirip dengan CBT, namun ditambah satu tes lainnya, yaitu speaking. Tes ini menguji kemampuan berbahasa Inggris secara lisan sesuai dengan pilihan topik yang ada. Standar nilai minimal IBT adalah antara 80-120.

“Ada dua jenis TOEFL yaitu TOEFL Internasional dan TOEFL Institusional. Nilai TOEFL Internasional diakui hampir semua institusi pendidikan, lembaga, dan dunia usaha di dunia,” Reny mengimbuhkan.

Erasmus Mundus dari Uni Eropa dan Postgraduate Research Fellowships dari Australia adalah dua contoh program beasiswa yang menerima sertifikat TOEFL Internasional.

Sedangkan, nilai TOEFL Institusional bersifat lokal. Artinya, hanya universitas tertentu yang menerima atau memperbolehkan calon mahasiswanya menggunakan hasil TOEFL Institusional.

“Beberapa negara yang menerima mahasiswa berdasarkan TOEFL Institusional, antara lain Amerika Serikat (program Fullbright), Australia (program Australian Development Scholarships/ADS), Belanda (program Stuned), dan Jerman (program Deutscher Akademischer Austausch Dienst/DAAD),” tulis Reny lagi.

Sekadar informasi, rata-rata, minimal nilai TOEFL yang harus kita miliki untuk melamar beasiswa pascasarjana di luar negeri adalah 500-550.

Selain TOEFL, sertifikasi bahasa Inggris yang juga umum diminta para pemberi beasiswa adalah International English Language Testing System (IELTS).

IELTS mengukur kemampuan mereka yang ingin berkuliah atau bekerja di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris. Tes IELTS diselenggarakan atas kerja sama antara University of Cambridge, British Council, dan IDP Australia.

“Sertifikat IELTS diakui oleh universitas dan perusahaan di berbagai negara terutama di Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat,” ujar Reny.

Tes ini terdiri dari dua modul utama, yaitu academic module dan general training. Academic module berfungsi menguji kemampuan berbahasa Inggris di bidang akademik, sedangkan general training lebih menekankan pada kemampuan berbahasa Inggris pada aspek umum dan pendidikan.

“Kedua modul ini meliputi empat keahlian berbahasa Inggris, yaitu listening, reading, writing, dan speaking. Skor nilai IELTS dimulai dari nol hingga sembilan (expert user). Biasanya, pemberi beasiswa menyaratkan nilai IELTS antara 5,5-7,” Reny menandaskan.
(rfa)
Sumber: http://news.okezone.com/read/2012/01/03/370/550832/kenapa-sih-toefl-sangat-penting

Royal English

Related Posts